Menkominfo Ajak Masyarakat Perangi Berita Bohong di Media Sosial

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak masyarakat untuk memerangi penyebarluasan berita bohong  serta ujaran kebencian di media sosial. Menyikapi hal tersebut, maka diperlukan kehati-hatian dalam menyebarluaskan dan menyerap informasi yang didapat dari media sosial.

“Sudah 90 persen informasi atau kabar bohong yang banyak tersebar, sumbernya utamanya berasal dari media sosial,” ujarnya saat Temu Blogger dan Media yang diselenggarakan di Palangkaraya (12/5).

Menurut Rudiantara, media sosial awalnya digunakan untuk sarana mencari teman dan meningkatkan silaturahmi, serta berusaha dengan berjualan atau berdagang. Namun, seiring berjalannya waktu, ada pihak-pihak tertentu secara sengaja menyebarluaskan informasi atau berita yang isinya mengandung unsur kebohongan.

Lebih lanjut, Menteri Rudiantara menyatakan, jika tidak bijak menggunakannya maka akan berdampak bahkan mengancam toleransi antar umat manusia dan keutuhan negara. Masyarakat juga harus mampu memilah informasi ataupun berita yang beredar di medsos, terlebih dahulu ditelaah secara cerdas, disikapi secara arif dan bijaksana.

 “Sebab, apapun yang telah ditulis atau disebar di medsos dapat bertahan ratusan tahun dan sangat mudah untuk ditemukan pihak manapun,” jelasnya seperti yang dikutip www.kominfo.go.id. (MD)

Berita Terkait

Pemerintah Terapkan Standar ASUH untuk Jamin Kualitas Daging Kurban

Jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018, sejumlah umat muslim di Indonesia melaksanakan kurban. erkiraan jumlah hewan kurban dilaporkan tahun ini mencapai 1.504.588 ekor,Read More

Pesan Ilmiah tentang Gempa di Jawa Hoax, BMKG Ajak Masyarakat Tetap Waspada

Baru-baru ini beredar pesan berantai lewat platform YouTube dan pesan instan WhatsApp bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu ke depan.Read More

Kementan Siapkan Antisipasi Hadapi Kekeringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak musim kemarau jatuh pada bulan Agustus dan September 2018. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan langkahRead More

No Comments

Tuliskan Komentar