Enam Aktivitas Ujaran Kebencian yang Dilarang Dilakukan Oleh ASN

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjalankan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Tujuannya Untuk membantu Pemerintah memberantas penyebaran berita palsu (hoax) dan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi sebagai sumber perpecahan bangsa.

Menurut  Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Mohammad Ridwan dalam siaran pers yang dirilis di Jakarta, Jumat (18/5), BKN telah menerima pengaduan dari masyarakat atas keterlibatan ASN dalam ragam aktivitas ujaran kebencian yang turut memperkeruh situasi bangsa. ASN yang terbukti menyebarluaskan ujaran kebencian dan berita palsu masuk dalam kategori pelanggaran disiplin.

Mengantisipasi hal tersebut, menurut Ridwan, BKN akan melayangkan imbauan bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Instansi Pusat dan Daerah untuk melarang ASN di lingkungannya menyampaikan dan menyebarkan berita berisi ujaran kebencian perihal SARA, serta mengarahkan ASN agar tetap menjaga integritas, loyalitas, dan berpegang pada empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Dikutip dari laman www.kominfo.go.id, keenam bentuk aktivitas ujaran kebencian yang masuk dalam kategori pelanggaran disiplin. Pertama, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.
Kedua, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antargolongan. 

Ketiga, menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian  melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya). Keempat, mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.

Kelima, mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang- Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah. Keenam, menanggapi atau mendukung sebagai tanda setuju pendapat sebagaimana pada poin pertama dan kedua dengan memberikan likes, dislike, love, retweet, atau comment di media sosial. 

Sementara itu, bagi ASN yang terbukti melakukan pelanggaran pada poin pertama sampai keempat dijatuhi hukuman disiplin berat dan ASN yang melakukan pelanggaran pada poin kelima dan keenam dijatuhi hukuman disiplin sedang atau ringan. (MD)

Berita Terkait

Pemerintah Terapkan Standar ASUH untuk Jamin Kualitas Daging Kurban

Jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 22 Agustus 2018, sejumlah umat muslim di Indonesia melaksanakan kurban. erkiraan jumlah hewan kurban dilaporkan tahun ini mencapai 1.504.588 ekor,Read More

Pesan Ilmiah tentang Gempa di Jawa Hoax, BMKG Ajak Masyarakat Tetap Waspada

Baru-baru ini beredar pesan berantai lewat platform YouTube dan pesan instan WhatsApp bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu ke depan.Read More

Kementan Siapkan Antisipasi Hadapi Kekeringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak musim kemarau jatuh pada bulan Agustus dan September 2018. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan langkahRead More

No Comments

Tuliskan Komentar