Kemendagri Launching Sistem Online Layanan Administrasi (Si OLA)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Launching Sistem Online Layanan Administrasi (Si OLA) yang diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo di lingkungan Kemendagri, senin (17/12/2018).

Hadi mengungkapkan pencanangan Si OLA Kemendagri, untuk peningkatan pelayanan publik dan juga upaya percepatan penyederhanaan sistem dan mekanisme bahwa inovasi yang berbasis teknologi informasi ini wajib dan mutlak dilakukan.

Lebih lanjut, Hadi juga menyampaikan kaitan untuk urusan perijinan, penataan personil dan kelembagaan  serta perangkat daerah harus masuk dalam sistem yang berbasis online.

Dikutip dari laman www.kemendagri.go.id, Kemendagri mencanangkan 15 Si OLA untuk layanan administrasi berbasis teknologi informasi. Terkait dari 15 Si OLA ini, baru ada 4, yaitu keuangan daerah kaitannya dengan evaluasi APBD baik APBD Murni, APBD Perubahan dan Evaluasi alokasi anggaran; Perijinan Pelayanan Publik, Pergantian Antar Waktu (PAW); dan  penetapan pejabat negara.

Harapannya dengan Si OLA bisa lebih efektif lagi dalam memberikan pelayanan karena pertama tidak bertatap muka langsung dengan yang memberi pelayanan, kedua, waktunyapun sudah diatur kecepatannya, dan ketiga yang meminta pelayanan mengetahui prosesnya dimana secara transparan sesuai dengan SOP pelayanan Si OLA. (MD)

Artikel Terkait

Perpres No. 38/2019: Nelayan dan Petani Sasaran Akan Dapat Mesin dan Tabung Gas LPG Gratis

Dengan pertimbangan untuk menjamin ketahanan energi nasional serta untuk rneningkatkan kesejahteraan Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran, pemerintah memandang perlu adanya kebijakan diversifikasi energiRead More

Kemenpar Siapkan Pedoman Wisata Halal di Indonesia

Kemenpar segera menyusun dan menyiapkan pedoman wisata halal yang akan menjadi panduan bagi pengembangan pariwisata berstandar halal sehingga dapat mengakselerasi pertumbuhan wisata halal di Indonesia.

Read More

Pemerintah Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan di Indonesia

Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”, sebagai alternatif pilihan angkutan massalRead More

No Comments

Tuliskan Komentar