Penggunaan Plastik Berlebih Tingkatkan Resiko Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang sering terjadi di masyarakat. Meskipun telah mengatur gaya hidup sehat, namun penderita diabetes mellitus semakin bertambah dari tahun ke tahun. Hal tersebut dapat dikarenakan sifat dari diabetes mellitus yang degeneratif, yang artinya dapat menurun dari orang tua ke anak.

Selain itu, diabetes mellitus juga disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat dan penggunaan bahan pembungkus makanan dan minuman yang berasal dari bahan plastik. Semakin tinggi angka penggunaan plastik di dunia, semakin tinggi juga angka diabetes mellitus di masyarakat.

Plasticizer merupakan bahan tambahan atau additif yang dapat meningkatkan flexibilitas dan ketahanan dari suatu material. Jika plasticizer masuk dalam tubuh, maka akan terurai menjadi metoksi acetik acid yang dapat mengakibatkan cacat. Uraian dari plasik akan berubah menjadi mikroplastik dengan struktur plastik yang sudah terpecah, tidak terlihat oleh mata dan larut dalam air.

Prof. Win Darmanto, Drs.,M.Si., Ph.D mengatakan 2-methoxyethanol (plasticizer) yang terkandung dalam plastik mampu meningkatkan angka risiko terhadap diabetes mellitus. Hal itu dapat mengakibatkan terganggunya proses produksi insulin yang terjadi dalam tubuh.

“Plasticizer mengakibatkan terganggunya produksi hormon insulin, apabila produksi insulin terganggu akan mengakibatkan rusaknya pankreas dan pada akhirnya akan mengakibatkan diabetes mellitus, “ ungkapnya,Kamis (11/7).

Semua bahan yang mengandung plasticizer, mempunyai kadar yang berbeda antar satu sama lain. Banyak upaya yang dapat dilakukan guna menekan tingginya pemakaian plastik yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan mendaur ulang dan membakar limbah plastik dengan tekanan yang tinggi. Hasil dari pembakaran dengan tekanan yang tinggi akan menghasilkan kadar karbon yang rendah dan dapat juga digunakan sebagai sumber energi.

Selain upaya tersebut, salah satu cara mengurangi angka diabetes mellitus yaitu dapat menggunakan beberapa jenis jamur tertentu dengan kadar yang harus diawasi. Jenis jamur yang paling cocok digunakan untuk mencegah dan mengurangi dampak diabetes mellitus adalah jenis jamur kayu (ganoderma).

Prof. Win mengatakan, hasil dari penelitian ini selain dapat menekan angka diabetes mellitus, juga dapat membantu menekan angka kelahiran bayi dengan kondisi normal. 2-methoxyethanol telah diuji coba pada tikus dan hasilnya dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan nitrat. Sehingga disarankan ibu hamil untuk mengurangi penggunaan bahan yang mengandung plastik.

“Teratologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang efek toksis terhadap malformasi atau cacat pada embrio. Ibu hamil menjadi salah satu yang memiliki faktor risiko terhadap paparan plasticizer. Harapannya dengan adanya penelitian ini, mampu mengedukasi ibu hamil akan bahaya penggunaan plastik bagi janin,“ tambah Prof Win seperti yang dikutip www.kominfo.jatimprov.go.id.

Artikel Terkait

Waspada Filariasis yang Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

Penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Tidak seperti DBD dan malaria yang hanya ditularkan melalui satu jenisRead More

No Comments

Tuliskan Komentar