BUPATI PASURUAN BERANGKATKAN 3 PENDONOR YANG AKAN MENERIMA PENGHARGAAN DARI PRESIDEN JOKOWI

Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf, SE, MMA memberangkat 3 pendonor asal Kabupaten Pasuruan yang akan menerima penghargaan oleh Presiden Joko Widodo. Penghargaan Satyalencana tersebut diberikan kepada pendonor yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali.

3 pendonor darah asal Kabupaten Pasuruan tersebut adalah Wasis Wirawan, Benediktus Hariyanto serta Mustamid, dilepas oleh Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf, SE, MMA di ruang kerja Bupati pada Rabu (23/1) siang.

Pada acara pelepasan tersebut, Bupati Pasuruan berterima kasih kepada pendonor yang telah aktif mendonorkan darahnya. Selain itu, Bupati Pasuruan juga mengapresiasi atas kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan dan terus meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Daerah.

"Kami berharap agar PMI Kabupaten Pasuruan untuk terus bersinergi dengan Program Kerja Pemerintah Daerah, seperti halnya program prioritas Kenduren Mas yaitu Kendaraan Urun Rembuk Masyarakat. Kami harap PMI selalu hadir dalam acara tersebut, untuk lebih memperkenalkan diri kepada masyarakat lapisan bawah," ungkap Bupati Pasuruan H.M. Irsyad Yusuf, SE, MMA.

Terlebih lagi, Kenduren Mas merupakan salah satu program prioritas yang nantinya secara rutin akan berkeliling ke sejumlah daerah di Kabupaten Pasuruan untuk menyerap aspirasi dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat. [ilm]

Berita Terkait

POSPEDA Kabupaten Pasuruan Tahun 2019

Panitia Kerja Tetap Daerah menyelenggarakan POSPEDA (Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah) Kabupaten Pasuruan Tahun 2019 yang dilaksanakan di PPs Terpadu Al-Yasini Wonorejo. WaktuRead More

Pemkab Pasuruan Kembali Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim

Bupati Pasuruan, H.M. Irsyad Yusuf, SE, MMA menerima penghargaan sebagai Peringkat IV Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 oleh Gubernur Jawa Timur,Read More

WASPADA HUJAN LEBAT AKHIR JANUARI 2019

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. BersamaanRead More

No Comments

Tuliskan Komentar