Masuki Ekonomi Digital, Jatim Harus Perkuat Industrinya

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan bahwa tahun 2018 provinsi Jawa Timur memauki era ekonomi digital yang cenderung pada aktivitas perdagangan. Untuk itu Jawa Timur harus mempersiapkan diri dengan mengolah produk-produknya mulai dari proses on farm hingga off farm.

“Ekonomi digital harus dimulai dari industri hulu, yaitu dari produksi pertanian atau on farm sampai dengan pasca panen atau off farm. Contoh mengolah gabah hingga menjadi beras yang sudah dikemas dan siap jual,” ujar Pakde Karwo saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Ekonomic Outlook 2018 di Surabaya, Rabu (10/1).

Menurut Pakde Karwo, ekonomi digital ini mampu memberikan  informasi tentang penyediaan bahan baku industri di masing-masing daerah. Ketika ada suatu daerah atau perusahaan membutuhkan bahan baku, bisa mengambil dari daerah dan tidak perlu impor dari luar negeri.  

Dikutip dari laman www.kominfo.jatimprov.go.id, Pemprov Jatim sudah membuat penerapan ekonomi digital bidang industri terhadap bahan baku / raw material berupa Sistem Informasi Perdagangan Bahan Baku (SIPAP). Aplikasi ini bertujuan agar ekonomi digital mendorong sistem perdagangan yang mempercepat substitusi impor, sehingga kemandirian industri dalam negeri dapat terwujud. Dalam aplikasi tersebut, dapat dilihat berbagai raw material dari berbagai daerah di Indonesia. Data lebih real time mengenai potensi dan kebutuhan masing-masing daerah, bersumber dari aggregator masing-masing provinsi. Aplikasi ini juga dapat membuat perusahaan langsung melakukan business to business. (MD)

 

Berita Terkait

Waspada Potensi Banjir dan Longsor di Sumatera dan Jawa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sejumlah daerah telah diguyur hujan selama beberapa hari terakhir yang menimbulkanRead More

Revisi Lokasi dan Jadwal Test SKB Pemkab Pasuruan

Untuk nama peserta yang mengikuti tes SKB bisa dilihat jadwalnya di website .

Read More

BPBD Jatim Sebut 22 Daerah Rawan Banjir

Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Subhan Wahyudiono, menyatakan memasuki musim hujan saat ini, sebanyak 22 kabupaten/kota rawan terdampak bencana banjir. Masyarakat perluRead More

No Comments

Tuliskan Komentar