BERITA

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Pimpin Rapat Inflasi Edisi Minggu Kelima Bulan April 2025, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Himbau Kepala Daerah lakukan koordinasi dan terobosan inovatif atasi persoalan pangan daerah

Featured News Image
DISKOMINFO

Rapat Koordinasi Inflasi Daerah edisi M5 April/ M1 Mei 2025, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir menghimbau kepala daerah untuk terus melakukan kerjasama dan koordinasi terhadap wilayah yang mengalami kenaikan inflasi dan IPH (Indeks Perkembangan Harga) serta komoditas yang mengalami penurunan harga agar bisa tersupplay dengan baik. 

Berdasarkan Data dari Badan Pusat Statistik pada tanggal 2 Mei 2025 bahwa Inflasi di Minggu Kelima April 2025 secara (month-to-month) mencapai 1,17%, Inflasi (year-on-year) 1,95% dan Inflasi Tahun Kalender 1,56%, terjadi di 37 Provinsi dengan komoditas penyumbang utama tarik listrik dan emas perhiasan. Sedangkan untuk IPH terdapat 10 Provinsi mengalami kenaikan IPH berkurang dibandingkan minggu sebelumnya. Adapun komoditas penyumbang kenaikan IPH ialah cabai merah dan cabai rawit, sedangkan di wilayah Jawa Timur didominasi oleh beras dan daging sapi sebesar 0,55% terjadi di Probolinggo.  

Sementara itu, laporan dari Kantor Staf Kepresiden (KSP), Edy Priyono menjelaskan terdapat beberapa komoditas perlu di waspadai karena masuk dalam kategori level tidak aman, yakni daging ayam ras harga terlalu rendah 10% di bawah HAP, dan untuk minyak kita, bawang putih, beras medium zona 3, cabai rawit perlu diwaspadai karena harga lebih tinggi di atas HAP. 

Lebih lanjut, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi juga menjelaskan bahwa komoditas yang perlu diwaspadai di tingkat produsen ialah daging ayam ras, kedelai turun 13,5% dibawah HAP, gabah kering penggilingan turun 4,35% dibawah HPP. Sedangkan ditingkat konsumen yang perlu diwaspadai ialah bawang putih khususnya di wilayah timur lebih tinggi 34,91%, beras medium zona 3 17,96% diatas HAP, beras premium zona 3 12,9% dan untuk minyak kita lebih tinggi sebesar 11,9%. Meskipun demikian secara keseluruhan Bapanas menyampaikan ketersediaan pangan di bulan Mei 2025 cukup aman.

Upaya pemerintah melalui Aksi Badan Pangan Nasional dalam menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pangan terus melakukan pemantauan dan pengawasan harga, menggencarkan gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi pangan, pengembangan Kios pangan, penyaluran SPHP beras dan bantuan pangan. Selain itu, Aksi bela beli daging dan daging ayam ras terus dilakukan, sedangkan untuk menjaga SPHP mengeluarkan surat kepada bulog untuk menyerap beras yang harganya masih dibawah HPP, serta realisasi dana dekonsentrasi. 

Diakhir, Sekjen Mendagri Tomsi Tohir menegaskan kepada kepala daerah agar terus melakukan update perubahan harga didaerah masing-masing dan melakukan koordinasi dengan BPS setempat, serta melakukan terobosan yang kreatif dalam mengatasi persoalan pangan di daerah yang belum terselesaikan dengan baik. (R.A) 


Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini