ARTIKEL

Artikel dan publikasi dari instansi.

Terselip Desa Pengrajin UMKM Keset di Kabupaten Pasuruan

Featured Article Image
DISKOMINFO

Kabupaten Pasuruan yang tidak hanya terkenal dengan banyaknya industri pabrik yang besar, pada dasarnya terselip salah satu desa yang memiliki potensi UMKM terbesar yang jarang sekali masyarakat mengetahui nya. Tidak hanya menciptakan sebuah UMKM tetapi menciptakan suatu lapangan kerja untuk warga sekitar.

Damarjati, Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan yang berhasil menciptakan dunia industri UMKM tidak hanya satu rumah atau satu perorangan saja, tetapi satu desa memproduksi usaha tersebut. Siapa sangka terdapat sekitar 80% rumah pengrajin keset rumah, tikar lipat, lap pel, pel rumah, kemucing, dan sapu lidi diproduksi dari UMKM desa tersebut setiap harinya dan telah dikirim ke berbagai luar kota. UMKM tersebut pyur dari warga usaha warga tidak ada campur tangan dari desa dengan kreativitas warga dan dari situ matapencaharian warga desa tersebut.

Terdapat beberapa faktor penghambat untuk beberapa pengrajin keset dan alat kebersihan didesa tersebut yakni terkendala dana modal awal dimana semua warga bisa memproduksi usaha sendiri dan diperkembangkan tetapi terhambat modal awal dan tidak ada koperasi usaha untuk bahan. Serta adanya harga barang yang tidak stabil dipasar yang membuat pengrajin ragu mengembangkan usaha mereka. Sementara, untuk saat ini mereka hanya membantu pengepul sistem jasa bahan mentah dijahit jadi lalu setor kepada pengepul. Pengepul juga siapa berelasi jual akan stabil dipihak pengrajin untuk selalu memproduksi keset tersebut dikarenakan harga yang tidak stabil tersebut. Yang biasanya dari pengrajin dengan harga paten tetapi masuk pasar harga tersebut turun menjadi dibawah harga pengrajin yang membuat hal ini juga menjadi persaingan pasar antar pengrajin dalam desa tersebut. Dimana kemungkinan pengrajin ingin membayar biaya produksi lalu menjual harga dibawah harga pengrajin lainnya sehingga hal tersebut dapat menjadi pemicu turunnya harga.

Tidak hanya sebagai pengrajin tetapi warga Damarjati juga dapat menerapkan sistem jasa tersebut yang tidak memikirkan bahan atau operasional usaha, dengan mengambil bahan mentah lalu dijahit menjadi bahan jadi sehingga dapat disetorkan untuk produksi yang setengah bahan jadi belum sepenuhnya jadi menghasilkan 1000 pcs perhari untuk bahan keset , dan untuk full hingga finishing yang menerapkan 6 tahap pengerjaan mulai dari pemotongan hingga penjahitan perhari menghasilkan 200-300 pcs. Untuk harga yang disetorkan kepada pengepul dan pengrajin dengan harga bervariasi tergantung pada jenis keset yang dikerjakan mulai dari rata- rata dengan harga 70.000 perkodi yang berisi 20-30 yang berbagai macam jenis keset. Tidak dipukul rata untuk upah jasa pengerjaan keset tersebut tetapi tergantung barang apa yang dikerjakan oleh pengrajin jasa keset tersebut.

Usaha keset di Desa Damarjati ini sudah lama adanya namun yang berkemungkinan belum banyak yang mengetahui telah 40 tahun berproduksi namun dengan kurangnya sistem koperasi bagi pengrajin keset dan juga anjloknya harga persaingan pasar yang membuat pengrajin hanya mengandalkan pengepul/pengrajin besar lalu sebagian warga memilih hanya sebagai pengrajin jasa. Dengan ini, mari menglarisi produk UMKM yang tercipta dari daerah sendiri. Kabupaten Pasuruan kaya akan prestasi dan inovasi dengan kemampuan untuk menciptakan UMKM dengan membantu mengambangkan potensi Desa yang bermutu dan maju. (Admin)


Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini