Buah Padat Gizi hingga Insektisida Alami dari Surga Duku Kabupaten Pasuruan - DISKOMINFO Kabupaten Pasuruan

Buah Padat Gizi hingga Insektisida Alami dari Surga Duku Kabupaten Pasuruan

13x dibaca    2026-03-16 09:00:00    Robiatul 'Adawiyah

202605/979-69f83ff8ec3af.jpg

Daya pikat Duku Rejoso telah menjadi buah bibir dari generasi ke generasi. Sebanyak lima dusun di Sukorejo yaitu dusun Pandanrejo, Kawisrejo, Rejoso Kidul, Sadeng, dan Toyaning. ditumbuhi pohon duku. Hampir setiap rumah tidak luput dari lahan basah pohon duku. Menjadikan kawasan ini sebagai surganya duku asal Kabupaten Pasuruan.

Ketika musim panen tiba, para petani mulai menyiapkan tangga 20 meter. Disandarkannya pada pohon duku guna meraih buah-buah masak di pohon setinggi 50 meter lebih. Sebuah pemandangan tak biasa namun lumrah di kebun-kebun warga. Hasilnya, buah duku tetap utuh dan terjaga kesegarannya. Selain itu, masa panen menjadi momen yang paling dinantikan oleh para konsumen. 

Saat buah masak baru dipetik, para pecinta duku mulai berdatangan. Mengincar buah manis tanpa pahit meskipun biji kecilnya tergigit dan berdaging tebal ini. Rejoso menyimpan setidaknya 300 pohon duku berdaya hasil unggul dengan 50 hingga 250 kilogram buah dalam satu pohon. Namun, tingginya produktivitas kebun dalam satu musim belum mampu memenuhi permintaan pasar. 

Rejoso didominasi oleh wilayah dengan curah hujan tinggi serta relatif sejuk,. Wilayah yang amat memanjakan pohon duku. Pertumbuhannya juga dipercepat melalui intensitas cahaya matahari cukup dan kelembapan udara tinggi. Penelitian menyebut duku membutuhkan suhu sekitar 22-28 derajat Celcius, curah hujan tinggi, serta tanah dengan drainase baik guna pertumbuhan akar yang maksimal.

Duku menyimpan gizi padat di samping rasa manis yang memikat. Penelitian gizi menyebut duku memiliki kandungan vitamin B, vitamin C, senyawa antioksidan, sekaligus senyawa bioaktif seperti flavonoid, limonoid, dan triterpenoid. Gizi yang termuat dalam duku berpotensi mencegah radikal bebas, mendukung aktivitas antibakteri, hingga antiinflasi.

Di samping cita rasa buah kegemaran masyarakat, daun duku juga memiliki potensinya sendiri. Ekstrak daun duku mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin yang bersifat insektisida alami. Penelitian membuktikan bahwa ekstrak daun duku mampu membunuh nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi tertentu. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan tanaman duku sebagai bahan insektisida nabati ramah lingkungan. (Imelda)


Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini