Di lereng Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, hamparan bunga krisan tak hanya menghadirkan warna, tetapi juga meumbuhkan sumber kehidupan. Ratusan ribu batang krisan tumbuh dan dipanen setiap harinya. Menjadikan kawasan pegunungan ini sebagai salah satu sentra bunga yang menggerakkan denyut ekonomi masyarakat desa.
Krisan ditanam dalam puluhan varietas warna di lahan seluas lebih dari satu hektar di Desa Tutur. Setiap hari, ratusan hingga ribuan ikat bunga dipanen dan dikirim ke berbagai kota, mulai dari Surabaya, Jakarta, hingga Bali.
Dari desa di daerah pegunungan yang tenang, kuntum-kuntum bunga itu memulai perjalanan jaug membawa nilai ekonomi yang kian tumbuh. Bagi para petani, krisan lebih dari sekadar tanaman hias. Bunga krisan adalah suber penghidupan yang menjaga dapur tetap menyaladan masa depan tetap terjaga.
Melalui perawatan yang telaten dan kesabaran yang panjang, setiap kuntum yang mekar menjadi bukti bahwa harapan dapat tumbuh dari tanah yang dirawat setiap hari. Di Tutur, krisan bukan hanya bunga, ia telah menjelma menjadi emas yang mekar untuk menghidupi desa, menguatkan ekonomi. Bunga krisan membuktikan bahwa dari lereng pegunungan, kehidupan dapat berkembang dengan warna yang tak pernah pudar. (Amanda).
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini