Gerak tangan pengrajin Kabupaten Pasuruan menguntaikan bilah-bilah bambu dan rotan. Dari gerak tangan yang berulang itulah lahir sebuah karya seni yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan fungsi dan makna.
Di sudut-sudut desa yang tersebar di Kabupaten Pasuruan masih menjadi aktivitas sehari-hari dalam membuat berbagai anyaman yang indah. Aktivitas ini menjadi bagian dari sebuah tradisi yang hidup di sela waktu dan ingatan. Kegiatan menganyam ini tumbuh dari keseharian dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kecamatan Rembang, Kecamatan Gempol, Kecamatan Pandaan, Kecamatan Gondangwetan, Kecamatan Purwosari menjadi sorotan dalam hal anyaman bambu dan rotan. Para pengrajin tidak hanya sekadar menganyam, melainkan menyalurkan ketelatenan, kasih sayang, dan keikhlasan.
Hasil anyaman di Kabupaten Pasuruan tidak lahir dari satu pola yang sama. Di Desa Siyar, Kecamatan Rembang para pengrajin menghasilkan anyaman bambu peralatan rumah tangga fungsional, seperti tempat tisu, buah, ikan, kap lampu, piring makan, hingga hantaran lamaran. Harga jualnya mulai dari Rp10.000 - Rp25.000. Meski tampak sederhana, hasil anyaman mereka bahkan mampu menjualnya ke Korea dan Timur Tengah.
Sementara itu, di Desa Cendono, Kecamatan Purwosari anyaman berasal dari bambu, pelepah pisang, dan serabut kelapa. Melalui bahan baku tersebut, disulap menjadi aneka jenis keranjang buah, vas bunga, kursi, dan lampion.
Di kecamatan lain, seperti Kecamatan Pandaan dan Gempol menganyam berlangsung dari teras-teras rumah. Dari sini lahirlah tusuk sate dan tempeleh, produk sederhana yang menopang kehidupan sehari-hari. Berbeda lagi dengan Desa Pekangungan, Kecamatan Gondangwetan. Mereka membuat hasil karya besek dari anyaman rotan yang dijual kepada para tengkulak.
Jejak tangan yang ditinggalkan dalam anyaman karya warga Kabupaten Pasuruan bukan sekadar cerita tentang benda-benda yang dihasilkan, melainkan tentang peran manusia dibaliknya. Tangan-tangan manusia yang terus bekerja agar bambu dan rotan tetap berbicara di antara simpul-simpul anyaman. (Amanda)
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini