Kontak Mesra antara Manusia dan Alam di Kebun Raya Purwodadi - DISKOMINFO Kabupaten Pasuruan

Kontak Mesra antara Manusia dan Alam di Kebun Raya Purwodadi

16x dibaca    2026-04-27 11:00:00    Robiatul 'Adawiyah

202605/957-69f7cf559d672.jpg

Manusia selalu membutuhkan koneksi dengan alam di tengah hiruk-pikuk dunia. Di Kabupaten Pasuruan, koneksi mesra itu dapat terus tumbuh melalui ruang terbuka hijau Kebun Raya Purwodadi. Ruang terbuka bagi manusia guna menjejakan kaki tanpa alas kaki di rerumputan. Meleburkan tubuh serta pikiran secara otomatis disertai berbagai manfaat melimpah.

Menduduki kawasan seluas 85 hektar, Kebun Raya Purwodadi telah menjelma rumah untuk ribuan spesimen tanaman dataran rendah di Indonesia. Berbagai taman tematik dibangun demi mendorong kehidupan tanaman seperti taman Bambu, taman Bougenville, taman Meksiko, taman Palem, taman Akuatik, taman Evolusi, dan taman tumbuhan obat. Bahkan spesies tanaman asli Indonesia seperti Meranti (Shorea ovalis) dan Durian (Malvaceae) turut mendiami Kebun Raya Purwodadi. 

Disamping fungsi wisata, Kebun Raya Purwodadi juga aktif dalam upaya konservasi dan penelitian mengenai tumbuhan. Bahkan koleksi yang ada dalam kebun raya ini mengikuti kebutuhan konservasi, persebaran alami tanaman sesuai asalnya, dan kondisi ekogeografis yang mengiringinya. Konservasi yang dilaksanakan perlu melalui proses rutin meliputi eksplorasi, pertukaran benih, penanaman, dan pemantauan kesehatan tanaman. Karenanya hadir tim pemeriksa tanaman khusus untuk mengelola kondisi tanaman agar tetap hidup.

Terdapat sejumlah fasilitas yang ditawarkan oleh Kebun Raya Purwodadi selain taman-taman tematiknya. Begitu memasuki gapura megah di samping jalan raya, wisatawan dapat merasakan rindangnya pepohonan. Lebih jauh lagi wisatawan dapat menemukan lapangan berumput, jajaran pohon berbagai jenis, area camping, menara padang, rumah kaca, dan Green House Anggrek. Lebih dari 319 jenis anggrek ditanam, termasuk anggrek langkah bernama anggrek hitam dari Kalimantan Timur dan anggrek sepatu/selop. Jika lelah berjalan kaki, tersedia persewaan sepeda, sepeda tandem, sepeda listrik,  skuter listrik, shuttle bus, serta golf car dengan kapasitas 4-6 orang

Keberadaan ruang terbuka hijau di Kebun Raya Purwodadi tersebar di beberapa titik. Meskipun begitu, keberadaannya cukup mendominasi. Bayangkan saja rasanya tubuh menjejaki sisi lain sebuah daratan. Jauh dari bangunan pencakar langit apalagi riuh kendaraan bermotor. Di sanalah tubuh manusia dapat terkoneksi dengan alam. Bebas melepas alas kaki menuju rerumputan sejauh mata memandang.

Secara ilmiah, ditemukan adanya penurunan peradangan hingga peningkatan hormon kebahagiaan setelah seseorang berjalan tanpa alas kaki di wilayah hutan. Dalam prosesnya, sistem imun tubuh tubuh mengalami peningkatan secara biologis. Penelitian lain menemukan bahwa inflamasi dapat mengalami penurunan dan sirkulasi darah menjadi lebih baik setelah seseorang melakukan kontak langsung dengan bumi selama satu jam.

Efek kesehatan lain tampak dari munculnya pengelolaan nyeri tubuh secara alami. Kegiatan berjalan tanpa alas kaki di rerumputan membantu pengurangan ketegangan pada otot dan memperlancar aliran darah. Efek ini juga sejalan dengan kapasitas tubuh untuk menurunkan peradangan yang menjadi asal rasa sakit. Selain itu, kontak langsung ini dapat dimanfaatkan sebagai terapi non-obat. Elektron yang tersimpan dalam bumi diserap oleh tubuh kemudian dipercaya sebagai penetral radikal bebas dan antioksidan alami.

Berkontak dengan alam lewat jalan kaki tanpa alas kaki cukup mudah. Dimulai dengan memastikan kaki bebas luka atau menutup luka di kaki sebelum mulai menyentuh tanah. Penting untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri selama berjalan-jalan. Selanjutnya mencari ruang bersih, bebas sampah manusia dan hewan, serta bebas polusi suara. Kaki perlu dikenalkan pada  tekstur tidak rata dari komposisi rumput dan tanah selama lima menit pertama. Durasi ini dapat terus ditingkatkan menjadi 15-30 menit setiap hari. 

Langkah berikutnya berupa memfokuskan pikiran layaknya meditasi. Rasakan keberadaan rumput menggelitik sela-sela jari kaki, rindang pepohonan yang membalut seluruh tubuh, hingga alur napas yang terus memompa dada. Meditasi ini mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya kaya kebaikan di baliknya. Kreatifitas mulai meningkat, diikuti peningkatan kadar gula darah, peredaran darah berangsur-angsur lancar, sampai timbul penurunan tingkat stress. Selesai mendedikasikan menit-menit berharga pada alam, kaki masih membutuhkan pembersihan menyeluruh guna meluruhkan unsur tanah sebelum kembali ke dunia nyata. (Imelda)


Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini