Makna yang Tersulam dalam Motif Batik Kelor Khas Kepulungan - DISKOMINFO Kabupaten Pasuruan

Makna yang Tersulam dalam Motif Batik Kelor Khas Kepulungan

9x dibaca    2026-03-11 11:00:00    Robiatul 'Adawiyah

202605/966-69f83bc61f913.jpg

Di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, selembar kain menghadirkan keindahan motif serta menyimpan makna yang tumbuh dari kehidupan masyarakatnya. Daun kelor yang digoreskan dalam setiap pola bukan sekadar ornamen, melainkan simbol yang sarat filosofi. 

Bentuknya yang sederhana, motif kelor merekam nilai-nilai kehidupan yang dipercaya dan dijaga oleh warga desa. Melalui canting dan malam, makna itu perlahan hadir di atas kain, menjadi Batik Kelor Kepulungan. Batik ini tak hanya menjadi karya wastra, tetapi juga cerminan pandangan hidup yang diwariskan. 

Motif daun kelor dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman kelor dikenal dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia tumbuh sederhana, mudah ditemukan di pekarangan rumah, tetapi menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Dari kesederhanaan itulah lahir gagasan untuk menjadikannya motif batik khas Desa Kepulungan. Daun-daun kecil yang tersusun rapih, kemudian ditata menjadi pola yang menghadirkan keindahan sekaligus makna. 

Di balik bentuknya yang sederhana, motif kelor juga menyimpan filosofi tentang nilai kehidupan. Susunan daun kelor yang berjumlah lima, memiliki makna sebagai pengingat terhadap lima nilai dasar yang menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat. Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar kehidupan bangsa. Melalui motif ini, batik tidak hanya berfungsi sebagai kain yang indah dikenakan, tetapi juga sebagai media yang membawa pesan tentang kebersamaan, persatuan, dan keseimbangan dalam kehidupan. 

Batik Kelor Kepulungan juga menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat desa. Proses membatik dikerjakan oleh kelompok ibu rumah tangga yang secara perlahan mengembangkan keterampilan mereka melalui kegiatan UMKM. Perjalanan batik ini memperlihatkan bagaimana kreativitas dapat tumbuh dari lingkungan yang sederhana. Desa Kepulungan tidak hanya menghadirkan sebuah motif batik baru, tetapi juga meghadirkan identitas budaya yang lahir dari kearifan lokal. (Amanda)


Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini