Alam selalu menyediakan ruang untuk memikat hati serta mata manusia. Tersembunyi di kawasan kaki Gunung Arjuno, Wisata Lembah Pendawa Pandaan hadir. Mengantarkan raga manusia ke ketenangan khas perbukitan. Cuaca sejuk nan segar menanti. Di tengah riuh kekaguman manusia, lembah juga memiliki cerita panjang perihal campur tangan alam dalam proses kelahirannya.
Pertama-tama, wisatawan dapat menemukan area parkir luas yang mampu menampung rombongan bus. Memasuki Gapura Candi Bentar megah Lembah Pendawa, wisatawan disambut oleh nuansa khas Pulau Dewasa. Tedung atau Pajeng dipasang sepanjang mata memandang. Ditambah kolam di sekitar replika pura Ulun Danu Bratan yang sekaligus menjadi magnet utama wisatawan. Tak ayal banyak pengunjung memilih kembali ke Lembah Pendawa demi merasakan Bali Van Java di Kabupaten Pasuruan ini.
Berwisata tidak akan lengkap tanpa menjajal wahana. Selesai berfoto ria di replika pura, wisatawan dapat menyambangi bianglala, rainbow slide, kursi terbang, keranjang sultan, taman kelinci, area outbond, hingga playground. Ingin menyegarkan diri setelah jalan-jalan? Lembah Pendawa menyediakan kolam renang warna-warni, terapi ikan, permainan bebek air, dan perahu danau. Adrenalin wisatawan juga dapat dipacu melalui wahana ATV serta flying fox melintasi taman.
Lembah memiliki proses kelahiran panjang. Penelitian geomorfologi menemukan faktor erosi air sebagai asal muasal terbentuknya lembah. Tanah yang terus terkikis aliran air menciptakan cekungan. Semakin lama, cekungan itu melebar dan bertambah dalam. Semakin besar aliran sungai yang melintas, semakin besar pula lembah yang dihasilkan. Bahkan, diketahui bahwa lembah memiliki bentuk berbeda-beda tergantung faktor yang melintasinya. Jika berbentuk U, maka dapat diketahui bahwa lembah tersebut dilalui aliran air. Sementara jika berbentuk V, maka dapat diketahui bahwa pernah ada proses es yang terjadi di masa lampau sebelum lembah tersebut terbentuk.
Pada penelitian geometri, lembah rupanya berkembang melalui pola lengkungan (curvature-driven growth). Pola ini memungkinkan lembah tumbuh secara teratur mengikuti jumlah air yang melintas. Pada dasarnya, meskipun lembah mengalami pertumbuhan, bentuk dasarnya tidak berubah. Penelitian ini juga menemukan adanya rumus matematika rasio lebar dan kelengkungan dalam pembentukan lembah. Rumus ini memungkinkan bentuk lembah di berbagai daerah mirip satu sama lain.
Karakter lembah tergantung pada daerah terbentuknya. Lembah yang terbentuk di daerah pegunungan cenderung sempit dan dalam akibat erosi vertikal. Di sisi lain, lembah yang terbentuk di dataran rendah cenderung lebar dan landai akibat pengendapan. Berbeda dengan Lembah Pendawa, kawasan kaki gunung membentuk lembah yang tidak ekstrim namun tetap menghadirkan panorama alam memukau.
Lelah berkeliling, waktunya untuk mencicipi aneka menu dari Lembah Pandawa. Menu spesial, lauk-pauk, gorengan, dan minuman tampak menggoda di tengah terik matahari. Menu paling laris di wisata ini cobek bebek dan ayam dengan sambal khas. Kemudian hadirlah cincau selasih dan beras kencur sebagai teman bertahan setelah serangan sambal cobekan. (Imelda)
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini