Pertirtaan Belahan, Warisan Masyarakat Kabupaten Pasuruan - DISKOMINFO Kabupaten Pasuruan

Pertirtaan Belahan, Warisan Masyarakat Kabupaten Pasuruan

16x dibaca    2026-03-30 11:00:00    Robiatul 'Adawiyah

202605/967-69f83c1bb5d79.jpg

Di lereng Timur Gunung Penanggungan, air jernih mengalir perlahan dari tubuh batu yang telah menua oleh waktu. Di sini, Petirtaan Belahan berdiri menyimpan jejak spiritual, sejarah, dan kebudayaan yang mengakar dalam perjalanan panjang cerita Kabupaten Pasuruan. 

Petirtaan Belahan terletak di Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Situs ini merupakan petirtaan kuno atau pemandian suci pada masa Kerajaan Kahuripan abad ke-11 tahun 1009 tahun rahub sinahub saka 931. Menjelang akhir masa pemerintahan Raja Airlangga, ia memilih untuk menjadi seorang pertapa. Dipercaya bahwa Petirtaan Belahanlah salah satu peninggalannya. Situs ini digunakan untuk meditasi, pembersihan diri, dan tempat bagi para selirnya mandi. 

Masyarakat sekitar mengenalnya dengan sebutan Sumber Tetek. Hal ini dikarenakan, pancuran air mengalir melalui payudara arca Dewi Sri. Keberadaan dua arca utama, yakni Dewi Laksmi dan Dewi Sri menjadi simbol kesuburan, kasih sayang, dan kemakmuran, Air yang mengalir dari arca tersebut tidak pernah berhenti. Di bawah pancurannya terdapat kolam berukuran 4,5x6 meter. 

Hingga kini, keberadaan petirtaan ini menjadi salah satu peninggalan penting yang menandai kejayaan peradaban masa lampau di wilayah Kabupaten Pasuruan. Tak hanya menjadi situs bersejarah, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang memperkuat identitas Kabupaten. Keindahan alam yang masih asri, nilai sejarah tinggi, serta keberadaan tradisi masyarakat yang tetap terjaga menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri. (Amanda) 

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini