Pesona Kilau Keemasan Madu Randu Lumbang bagi Kesehatan - DISKOMINFO Kabupaten Pasuruan

Pesona Kilau Keemasan Madu Randu Lumbang bagi Kesehatan

9x dibaca    2026-02-23 11:00:00    Robiatul 'Adawiyah

202605/975-69f83ef4bd31d.jpg

Madu selalu diingat sebagai pilihan alami untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Di Kabupaten Pasuruan, madu telah menjadi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi dengan harga jual cenderung stabil. Salah satu penghasil madu berkualitas di Kabupaten Pasuruan berasal dari desa seperti Welulang, Banjarimbo, Panditan, dan Watulumbung di Kecamatan Lumbang.

Madu-madu tersebut berasal dari kelihaian ratusan ribu lebah Apis mellifera mengolah nektar randu beserta nektar tanaman lain. Jenis lebah unggul dengan kemampuan produksi besar hingga 5 kuintal setiap panen raya. Melalui hasil kerja siang malam itu, madu randu Lumbang lebih kaya aroma, warna, dan rasa di setiap tegukan. 

Sensasi segar serta hangat dari madu ketika melewati tenggorokan menjadi daya tarik utama. Banyak konsumen memilih kembali ke Lumbang demi mendapat rasa nyaman di tubuh. Menurut mereka, sensasi berbeda serta efek cepat yang dihasilkan madu randu belum ditemukan di jenis madu lain.

Jika mundur ke masa pandemi Covid-19, madu masuk ke jajaran makanan alami dalam kampanye menjaga sistem kekebalan tubuh. Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan, madu mengandung nutrisi, kalsium, fosfor, mineral, dan berbagai enzim organik pendukung sistem imun. Karenanya, penjualan madu di Kabupaten Pasuruan sempat melonjak hingga 150 persen dan memperkuat perekonomian warga di sektor perlebahan.

Al Quran juga menyebut madu dalam Surah An-Nahl ayat 69 yang berbunyi, “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” 

Melalui ayat ini, madu ditegaskan sebagai elemen bernilai kesehatan yang mampu menyembuhkan penyakit manusia. Didukung oleh sejumlah penelitian modern yang menyatakan bahwa madu memiliki antioksidan dan senyawa bioaktif guna melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Studi ilmiah menemukan bahwa madu bekerja melalui berbagai mekanisme. Ketika madu berada di lambung dan usus halus, glukosa dan fruktosa langsung terserap sebagai sumber energi yang lebih stabil. Sampai di usus besar, zat Oligosakarida mulai bekerja untuk difermentasi oleh bakteri baik. Fermentasi ini mendukung peningkatan jumlah bakteri baik penghasil asam laktat, asam asetat, dan senyawa antimikroba. Selanjutnya usus menjadi lebih stabil dan tahan infeksi, imunitas meningkat, dan terjadi potensi penurunan kolesterol. (Imelda)


Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini