BERITA

Kabar dan informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

SRE UNAIR Wujudkan Pemanfaatan Aliran Irigasi melalui PLTPH dalam Program TIRTA PELITA di Desa Ngerong

Featured News Image
DISKOMINFO

Mahasiswa SRE UNAIR manfaatkan aliran irigasi melalui PLTPH dengan memberdayakan warga Desa Ngerong di Kabupaten Pasuruan pada Minggu (26/07/2026). 

Pemanfaatan potensi aliran irigasi di Desa Ngerong, Kabupaten Pasuruan, menjadi langkah awal dalam mendorong penggunaan energi terbarukan bagi masyarakat. Melihat potensi tersebut, Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat TIRTA PELITA yang didukung oleh pendanaan Sustain Action 2026 dari SDGs Center UNAIR. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta implementasi PLTPH (Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro) sebagai upaya mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. 

Program tersebut berlangsung selama dua hari, tepatnya pada tanggal 25-26 Juli 2026, dengan enam rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, mulai dari edukasi masyarakat hingga implementasi teknologi energi terbarukan sebagai bentuk pemberdayaan kelanjutan. 

Hari Pertama: Edukasi Masyarakat dan Implementasi Awal PLTPH

Rangkaian kegiatan hari pertama Program Pengabdian Masyarakat TIRTA PELITA pada Sabtu (25/07/2026) diawali dengan Sosialisasi Renewable Energy dan pengenalan Program TIRTA PELITA di Balai Dusun Ngerong. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Dusun Desa Ngerong, Pak Firman Hidayat beserta 45 warga ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkenalkan PLTPH sebagai inovasi pemanfaatan aliran irigasi di Desa Ngerong. Melalui sesi sosialisasi dan diskusi interaktif, masyarakat memperoleh gambaran mengenai cara kerja, manfaat, serta potensi pengembangan PLTPH sebagai sumber energi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Setelah kegiatan sosialisasi, SRE UNAIR melanjutkan rangkaian program melalui SRE UNAIR Mengajar bersama 38 siswa kelas VI SD Negeri 1 Ngerong. Kegiatan ini mengangkat tema pengelolaan sampah plastik melalui penyampaian materi interaktif yang dilanjutkan dengan praktik menghias botol plastik bekas menjadi pot tanaman. Sebagai bentuk apresiasi, beberapa karya terbaik memperoleh hadiah, kemudian seluruh peserta menanam tanaman hidup pada pot hasil kreasi masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga belajar mengolah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat sejak usia dini.

Pada hari yang sama, tim SRE UNAIR memulai proses Instalasi PLTPH bersama masyarakat dan kader lokal. Selama dua hari pelaksanaan, panitia melakukan proses perakitan, pemasangan, hingga uji coba sistem pembangkit yang memanfaatkan aliran irigasi sebagai sumber energi listrik. Instalasi ini dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan penerangan Kedai Sandyakala sekaligus menyediakan fasilitas pengisian daya gawai bagi masyarakat sekitar. Selama proses berlangsung, masyarakat turut dilibatkan melalui pendampingan teknis agar memahami mekanisme pengoperasian dan pemeliharaan PLTPH sebagai bekal pengelolaan di masa mendatang.

Hari Kedua: Peresmian dan Keberlanjutan Program

Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Minggu (26/07/2026), rangkaian kegiatan difokuskan pada upaya menjaga keberlanjutan Program TIRTA PELITA. Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan saluran irigasi di sekitar lokasi PLTPH oleh panitia dari SRE UNAIR. Selama kurang lebih dua jam, peserta bergotong royong mengangkat sampah plastik, ranting, serta dedaunan yang menghambat aliran air menuju turbin. Pembersihan dilakukan untuk memastikan debit air tetap lancar sehingga pembangkit dapat beroperasi secara optimal. 

Selanjutnya, SRE UNAIR melaksanakan revitalisasi UMKM Kedai Sandyakala melalui penataan lingkungan usaha menjadi salah satu penerima manfaat PLTPH. Rangkaian kegiatan diawali dengan membersihkan area sekitar kedai, memangkas rumput liar, serta mengumpulkan sampah di sekitar aliran sungai. Setelah lingkungan tertata lebih bersih, panitia memasang enam pot tanaman hijau pada bagian atas kedai untuk menciptakan suasana yang lebih asri dan nyaman. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bagi pemilik maupun pengunjung kedai, sekaligus memperkuat citra UMKM sebagai ruang usaha yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, SRE UNAIR juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan Program TIRTA PELITA.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan training dan pembentukan kader yang diikuti oleh 10 anggota Remaja Masjid Roudhotul Hidayah dengan pendampingan dari 15 panitia SRE UNAIR. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengoperasian, pemeliharaan, serta penanganan dasar PLTPH yang dilengkapi dengan praktik secara langsung agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola pembangkit secara mandiri setelah program berakhir.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, Peresmian PLTPH dilaksanakan setelah penetapan kader yang diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Program TIRTA PELITA, Mei Nor Hafizal, yang menyampaikan harapannya agar program ini mampu menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian energi berbasis pemanfaatan aliran irigasi Desa Ngerong melalui PLTPH. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Ngerong, H. Jemik Sadiman, serta Kepala Dusun Karang Ploso, Pak Firman Hidayat, yang menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap implementasi PLTPH sebagai upaya pemanfaatan energi terbarukan di desa. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas terealisasinya Program TIRTA PELITA sekaligus dimulainya pemanfaatan PLTPH di Desa Ngerong. Setelah itu, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima PLTPH sekaligus penetapan Mas Doni sebagai Ketua Remaja Masjid Roudhotul Hidayah sebagai Ketua Kader PLTPH. Penandatanganan tersebut menjadi bentuk komitmen dalam memastikan pengelolaan dan keberlanjutan operasional PLTPH oleh masyarakat setempat.  

Selain menjadi simbol dimulainya operasional PLTPH, kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui pendekatan socio-techno empowerment. Melalui pelibatan masyarakat sejak proses instalasi, diharapkan PLTPH dapat dikelola secara mandiri dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ngerong. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kolaborasi antara SRE UNAIR dan masyarakat melalui pendekatan socio-techno empowerment. Dengan keterlibatan masyarakat sejak proses instalasi hingga pembentukan kader, diharapkan PLTPH dapat terus dikelola secara mandiri dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Ngerong.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat TIRTA PELITA, SRE UNAIR menghadirkan inovasi teknologi energi terbarukan dan juga membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal. Dengan keterlibatan berbagai pihak selama pelaksanaan program, diharapkan PLTPH beserta upaya pemberdayaan yang telah dilakukan dapat terus memberikan manfaat serta mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang berkelanjutan di Desa Ngerong. Program ini sekaligus menjadi wujud kontribusi SRE UNAIR dalam mendukung pencapaian SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (admin) 

Komentar (0)

Share :
Belum ada komentar

Tulis Disini