Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Edisi Senin (10/8/2026), Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa angka inflasi pada bulan Juli tahun 2026 relatif terkendali dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Hal ini terlihat dari angka inflasi Nasional mengalami penurunan dari angka 3,34% year-on-year menjadi 2,88%. Dan terjadinya deflasi secara (month-to-month) sebesar -0,14%. Adapun salah satu penyumbang deflasi tertinggi yakni kelompok makanan dan minuman.
"Inflasi relative sangat terkendali, minyak goreng dan bawang putih yang minggu kemarin mengalami kenaikan sekarang mulai terkendali" ujarnya dihadapan para peserta rapat.
Meskipun demikian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa komoditas yang perlu diwaspadai karena harga masih berada di atas HAP antara lain seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi.
Berdasarkan pantauan dari BPS Indeks Perkembangan Harga (IPH) rata harga daging ayam ras berada di kisaran harga Rp 39.712/Kg, meskipun relatif rendah tetapi tingkat kenaikan IPH cukup tinggi. sedangkan harga daging sapi sebesar Rp 143.737/kg jauh di atas HAP dan sekitar 36 Kab/Kota mengalami kenaikan harga, sehingga perlu mendapat atensi.
Disamping itu, BPS juga merilis beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi seperti bawang putih, minyak goreng yang mengalami penurunan harga dibanding minggu sebelumnya dan cabai rawit yang masih dibawah HAP. Sementara beras perlu mendapat perhatian karena rata2 harga beras nasional sebesar Rp 15.545/kg.
Aksi Badan Pangan Nasional dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional antara lain Realisasi SPHP beras yang saat ini telah mencapai 73,71% dengan penyaluran terbesar di Sultra, Sulbar dan Jawa Timur. Total penyaluran sebesar 828 ribu ton per 8 Agustus 2026. Melakukan aksi gerakan pangan murah yang sudah terealisasi sebanyak 7.586 kali untuk periode Januari s.d. Agustus. Selain itu, Bulog juga memastikan bahwa penyaluran beras Bulog dapat merata di seluruh Indonesia dan memastikan terealisasinya Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan melakukan koordinasi dan kerjasama bersama Perangkat Daerah. Dengan itu diharapkan kenaikan harga pada komoditas pangan dapat stabil dan terkendali. (R.A)
Komentar (0)